Seberapa pentingkah Absen bagi mahasiswa? yang pasti, absen 75 persen adalah syarat yang ditentukan fakultas agar mahasiswa dapat mengikuti ujian. Saya meyakini seratus prosen bahwa kebijakan ini tentu bertujuan baik: agar mahasiswa mengikuti perkuliahan secara maksimal, sehingga diharapkan akan lebih memahami kuliah dengan baik yang pada gilirannya akan menunjang keberhasilan mahasiswa dalam menempuh ujian.

Beberapa waktu lalu, tanpa saya sengaja ketika hendak sekedar berkenalan dengan mahasiswa secara acak dengan memanggil nama berdasar absen, saya menjumpai satu nama yang pada kolom absennya terdapat tandatangan, namun ternyata mahasiswa yang bersangkutan tak masuk di kelas. Sepintas tanda tangan juga memang berbeda. Kalau saya panggil satu persatu, barangkali akan lebih banyak lagi yang absen dengan cara demikian.

Untuk diketahui dan dicamkan, hal seperti ini amat mengecewakan saya, dan lebih mengecewakan lagi adalah mahasiswa yang dititipi tanda tangan itu tak juga mengaku dan menunjukkan dirinya serta mengakui kesalahan: Berani berbuat namun tak berani bertanggungjawab.

Saya tak ingin memboroskan energi dengan mengabsen mahasiswa setiap kali saya kuliah. Masuk atau tidaknya mahasiswa dalam perkuliahan sungguh bukan urusan saya, namun saya pulangkan kepada pilihan mahasiswa. Namun tindakan menitip absen dan juga dititipi absen seperti itu bukanlah hal yang membuat saya happy apalagi diimbuhi dengan sikap tidak berani bertanggungjawab.

Boleh dikata saya tak pernah mencoret mereka yang tak masuk pada suatu hari perkuliahan, sehingga seorang mahasiswa sebenarnya bisa absen dobel ketika ia mengikuti perkuliahan berikutnya. Saya tak bisa memaksa seorang mahasiswa untuk datang ke perkuliahan saya, atau harus menyukai mata kuliah saya. Saya sendiri tak menggunakan absen sebagai bahan pertimbangan untuk penilaian.

Namun dalam kasus tadi, terpaksalah saya harus mencoret kolom tandatangan mahasiswa yang dititipi absen sebagai pesan kepada sesiapa saja mahasiswa bahwa hal demikian adalah perbuatan yang tak bertanggungjawab dan amat sangat mengecewakan.

23/03/10