Seorang mahasiswa menelpon saya mengatakan bahwa ia hendak mengumpulkan Tugas. Tugas yang hendak ia kumpulkan itu sebenarnya sudah jauh terlambat sekira 10 hari setelah deadline. Pada saya, mahasiswa tersebut memberi alasan bahwa ia tidak mengikuti kuliah karena bekerja, dan bekerja di tempat yang jauh/ di luar kota.

Alih-alih bersimpati padanya karena menggunakan alasan bekerja, dengan tegas padanya saya katakan, bahwa waktu kuliah yang bentrok dengan bekerja bukanlah hal yang menjadi urusan saya . Hal demikian adalah urusan mahasiswa sendiri yang bisa diatur sesuai dengan schedule pribadi masing-masing. Bahkan bekerja atau tidak, setiap mahasiswa selalu mempunyai kemungkina (untuk tidak mengatakan alasan) bentrok kepentingan antara kuliah dengan aktivitas lain.

Oleh karenanya padanya saya katakan bekerja BUKANLAH kemudian menjadi alasan untuk tidak mengetahui informasi perkuliahan. Walaupun tidak masuk kuliah, walaupun bekerja, adalah menjadi tanggung jawab masing masing mahasiswa untuk memantau informasi dari fakultas, terutama masing masing mata kuliah yang diambil. Menjadi terkesan lari dari tanggung jawab ketika status bekerja dijadikan alasan pengumpulan tugas yang terlambat. Dalam konteks mahasiswa penelpon tadi saya tegas mengatakan bahwa keterlambatannya adalah kesalahannya sendiri karena lalai tidak memantau informasi perkuliahan. Yang membuat saya lebih tidak happy adalah bahwa kemudian dengan tidak fair ia menggunakan alasan bekerja untuk ‘mengelabui’ saya.

Saya selalu mengumumkan tugas dengan terbuka dengan berbagai lapis. Yang pasti secara lisan di muka kelas, melalui papan pengumuman, melalui FORUM DIALEKTIKA MANUNGGAL K. WARDAYA Di Facebook, dan juga di situs manunggalkusumawardaya.wordpress.com ini.

Adalah kewajiban mahasiswa untuk memantau informasi perkuliahan sehingga tidak ketinggalan informasi dan perkembangan termasuk tertinggal informasi soal tugas.

10/4/10