Tiba di ruang transit dosen sekira pukul 12:30 hari rabu kemarin, saya segera mengisi daftar absen untuk kemudian bergegas meminta absen perkuliahan  mahasiswa kepada petugas . Pada saya, petugas bertanya mengenai mata kuliah yang hendak saya ajar. Saya menjawab “Hukum Pers Kelas B” sambil siap-siap menghambur ke kelas. “Bukankah kuliah sudah tadi jam 10:40?” petugas bertanya pada saya sambil menambahkan bahwa mahasiswa peserta hukum pers kelas B telah menunggu saya pada 10:40, dan karena saya tak kunjung datang, maka disimpulkan kuliah kosong dan merekapun pulang.
Tentu saya terkejut, karena saya ingat betul pandangan mata saya di lembar jadwal resmi yang saya miliki beberapa hari sebelumnya bahwa kuliah Hukum Pers Kelas B adalah Hari Rabu pukul 12:30. Memastikan kebenarannya, saya mencoba melihat jadwal yang ditempelkan di ruang transit. Dan memang benar, di dalam jadwal tercantum Hukum Pers  Kelas B adalah kuliah yang disajikan pada jam ke-3. Anehnya, walau diletakkan pada urutan mata kuliah ketiga pada hari Rabu (yang memanglah pada jam 10:40 hingga 12:30 itu), namun kalau ‘ditarik dan diurutkan dengan garis lurus’ maka Hukum Pers Kelas B tersebut letaknya berada persis sejajar dengan jam 12:30 yang ada jadwal. Di sinilah kekeleliruan itu bermula.

Harus saya akui, dalam melihat jadwal saya tidak memerhatikan jam keberapa Hukum Pers itu diadakan. Saya hanya ‘mengurut garis’ saja untuk kemudian menyimpulkan di jam mana kuliah akan diselenggarakan. Walhasil Rabu (5/5/10) kemarin, kuliah perdana Hukum Pers kelas B pun tak pernah terjadi. Petugas menambahkan, bahwa dosen partner saya Pak Satrio Saptohadi sebelumnya juga mengalami hal demikian di kuliah pertamanya. Walau kini saya mencamkan dalam hati bahwa kuliah hukum pers kelas B adalah setiap hari Rabu pukul 10:40 (dan bukannya 12:30), tak urung saya amat menyesal membayangkan sekian banyak mahasiswa menjadi sia-sia datang ke kampus untuk menemui kuliah yang tak pernah ada. Apa boleh buat, nasi sudah menjadi ketupat. Jadi?

Ya sudahlah_

6/5/10