Berita itu sampai di pendengaran saya pagi ini dari mulut seorang karyawan kependidikan: seorang yang tersangka pencuri helm belum lama ini tertangkap basah manakala sedang beroperasi di kampus FH. Setelah dilakukan penjebakan oleh salah seorang karyawan, tersangka pelaku berhasil diketahui identitasnya ketika sedang beraksi mengambil barang yang bukan miliknya. Sempat berhasil melarikan diri, tersangka bisa tertangkap karena teriakan “maling” yang segera direspon oleh beberapa mahasiswa yang sore manakala kejadian itu berlangsung ada di seputaran kampus.  Konon, sang tersangka pencuri yang mendapatkan hujan bogem mentah itubukan orang baru namun biasa berada di seputaran kampus FH.

Tertangkapnya tersangka pencuri tentu melegakan. Bahwa ia kemudian menjadi sasaran kemarahan dan beberapa tinju mendarat di mukanya adalah sesuatu yang tak bisa dibenarkan dalam sudut pandang HAM, walau secara sosiologik-psikologik bisa dimengerti. Tindak pencurian helm adalah perbuatan yang merugikan, meresahkan sekaligus menjengkelkan. Di kalangan dosen dan karyawan sekalipun telah banyak yang menjadi korban. Seorang rekan dosen bahkan pernah kehilangan jas hujan yang digantungkan di sepeda motornya, yang kala itu diparkit di “kampus bawah” (Justitia 2).  Saya sendiri pernah menjadi korban pencurian helm yang saat itu tergantung di sepeda motor saya di parkiran belakang kampus FH. Situasi sepi parkiran rupanya mempermudah sang pencuri untuk mengambil helm saya yang belum berusia satu minggu. Saya tidak tahu, adakah si pelaku yang tertangkap ini sudah sekian lama beroperasi di seputaran FH UNSOED atau bahkan di lingkungan UNSOED atau sekedar sedang apes belaka. Bisa jadi ia pulalah dulu yang ngembat helm saya.

Dengan penindakan tegas dan diserahkannya tersangka pelaku kepada hukum, diharapkan efek jera akan muncul pada diri pelaku. Pun kepada pihak lain yang barangkali pernah, masih, dan akan beroperasi serupa di FH akan lebih berfikir serta mengurungkan niatnya. Proses pidana menjadi penakut pada pihak lain yang berkeinginan melakukan tindak serupa.  Pada gilirannya, kampus FH atau bahkan lingkungan UNSOED pada umumnya akan bisa bersih dari pencurian helm dan lain-lain kejahatan menyangkut properti.

31/05/10