Download FAQ Perkuliahan (PDF)

Mahasiswa Datang Terlambat?
Pada dasarnya mahasiswa diharapkan datang tepat waktu, atau sebelum perkuliahan dimulai. Demikian juga saya sebagai dosen berusaha untuk dapat datang tepat waktu. 

Kuliah kosong?
Kuliah kosong dapat diganti dengan kesepakatan mahasiswa. Demikian juga jika dipandang bahwa perkuliahan bisa dipadatkan atau dipersingkat atau bahkan jika perlu diperpanjang/ditambah, maka akan ditawarkan dahulu pada mahasiswa. Intinya, jika tidak sedang mendapat tugas kedinasan atau berhalangan,  pergantian jam kuliah selalu akan dinegosiasikan dengan mahasiswa. 

Informasi Kuliah? 

Kuliah Kosong, pergantian jam kuliah, tugas dll selalu diumumkan secara konvensional di papan pengumuman. Untuk mempermudah mahasiswa selalu mendapatkan informasi, saya membangun situs ini dan juga membuat group perkuliahan di situs Facebook. Oleh karenanya, mahasiswa dianjurkan untuk selalu memantau situs ini, dan juga bergabung dengan Forum Perkuliahan Manunggal K. Wardaya di situs Facebook. Silakan klik di sini untuk bergabung. 

Saya mengikuti kegiatan di luar kampus. Bagaimana kebijakan absen?
Mahasiswa memiliki kesempatan untuk tidak hadir sebanyak 25% karena syarat minimal kehadiran adalah 75%. Oleh karenanya mahasiswa agar bijak dalam ‘menggunakan’ 25% yang dimaksud. Tentu saja jika mungkin, kehadiran 100% akan lebih baik bagi mahasiswa. 

Absensi mempengaruhi nilai?
Absensi digunakan oleh Bagian Administrasi untuk menilai dapat tidaknya mahasiswa mengikuti ujian, namun harus diingat bahwa absensi bukanlah komponen penilaian. Oleh karenanya, kehadiran yang penuh dalam perkuliahan tidaklah relevan diajukan untuk mempertanyakan nilai akhir dalam KHS yang kurang dalam suatu mata kuliah. 

Hal lain mengenai absen adalah walaupun absen bukan komponen penilaian, dan saya tidak memeriksa absen tiap kali perkuliahan, namun saya amat sangat tidak mentolerir mahasiswa yang menitip absen pada teman. Untuk diketahui, dalam hal demikian, maka setidaknya mahasiswa yang menitip absen akan saya coret dari daftar absen.

Nilai?
Nilai akhir suatu mata kuliah tidak ditentukan oleh satu dosen saja, namun hasil gabungan dari beberapa dosen pengajar (teaching team). Nilai mata kuliah yang saya ampu tentu bukan dari saya semata, tapi gabungan dari teaching partner saya. 

Saya merasa nilai saya kurang. Dapatkah saya meminta tugas tambahan untuk mendongkrak nilai

Tidak. Pada dasarnya setiap mahasiswa mendapat perlakuan yang sama dalam penilaian. Sedangkan komponen penilaian adalah Ujian Sisipan & Utama (masing2 40 persen) serta tugas terstruktur, tugas tambahan, responsi dll (20 persen). 

Mahasiswa yang aktif di kelas akan mendapat nilai lebih?
Tidak selalu demikian. Tidak mudah bagi saya untuk menghafal sedemikian banyak nama mahasiswa. Lagipula jika demkian, akan banyak rekayasa keaktifan ‘asal bertanya’ demi mendapat nilai yang baik. Saya harap mahasiswa menyadari bahwa keaktifan di dalam kelas akan berimbas positif pada mahasiswa sendiri, jadi tujuannya bukan semata-mata mendapat reward nilai lebih dari pengajar. Namun saya menganjurkan agar mahasiswa aktif dalam perkuliahan. Dari pengalaman yang sudah-sudah beberapa mahasiswa yang memang aktif dan melontarkan gagasan-gagasan dan pemikiran yang baik di kelas memang mendapat nilai lebih. Namun bukan satu dua kali saya menjumpai mahasiswa yang aktif di kelas ternyata sangat kurang performanya di atas kerta ujian yang pada akhirnya berujung pada nilai yang kurang maksimal dalam KHS. 

Metode Perkuliahan : Ceramah atau Diskusi?
Keduanya. Ceramah saya gunakan untuk menjelaskan suatu hal, sedangkan diskusi saya lakukan untuk mengetahui umpan balik dari mahasiswa. Saya menyadari bahwa dosen bukanlah yang maha pintar dalam kehidupan akademia. Oleh karena itu bisa saja mahasiswa lebih mengetahui dari dosen sehingga bisa melakukan koreksi atau pembanding. Selain itu, Jurisprudence (Ilmu Hukum) adalah ilmu mengenai kearifan hakim yang pada tataran tertentu penuh dengan doktrin dan sangat ideologis. Hukum juga bukan sesuatu yang statis, namun sangat kontekstual. Dalam maknanya sebagai aturan tertulis resmi, hukum bahkan bisa berubah semasa masa, sesuai dengan politik hukum yang ada. Saya menyadari bahwa dalam belajar hukum bukan kebenaran mutlak yang ada, namun sedikit banyak keragaman doktrin (ajaran) dan ideologilah yang kita pelajari. 

Apa yang seharusnya tidak dilakukan dalam Perkuliahan?
Pada prinsipnya ada dua tipe mahasiswa yang amat tidak saya sukai dalam perkuliahan.

  1. Mahasiswa yang berbicara sendiri di dalam kelas. Saya amat sangat terganggu dengan mahasiswa model demikian.
  2. Mahasiswa yang hanya diam, tak memiliki gairah untuk terlibat dalam diskusi dan tidak mendapat apapun kecuali absen ketika mengikuti kuliah saya.  

Model ujian?
Model ujian saya adalah penalaran. Mahasiswa harus berargumen (argue=pendapat). Oleh karena itu dalam menjawab pertanyaan saya tidak cukup hanya mengatakan “Tidak Setuju” atau “Setuju”, namun mahasiswa juga harus mampu menunjukkan hal yang melatarbelakangi pendapatnya secara komprehensif. Oleh karenanya nilai yang didapat mahasiswa adalah seberapa jauh ia bisa mengajukan reason untuk jawabannya. Pada dasarnya tidak ada jawaban Benar atau Salah, namun reasoning yang kuat atau lemah. Kalau mahasiswa mengajukan pendapat sekalipun bertentangan dengan arus pendapat umum namun kuat dalam reasoning nilai yang didapat bisa jadi tinggi. Sebaliknya jika mahasiswa mengajukan jawaban yang merupakan arus utama namun tidak bisa mengajukan reasoning yang baik bisa jadi akan mendapat nilai yang rendah. Reason adalah kata kunci untuk berhasil dalam ujian saya. 

Ujian open book?
Open book adalah salah satu model ujian yang baik, sepanjang jawaban memang tidak secara eksplisit ada di buku. Ujian open book sangat baik digunakan karena mahasiswa menjadi berfikir dan tidak sekedar menghafal. Kelemahan dari ujian ini adalah mahasiswa malas berfikir dan malas belajar karena ia menganggap semua pertanyaan yang nantinya keluar dalam ujian pasti akan bisa ia jawab, dengan mengandalkan apa yang tertulis di buku/catatan perkuliahan. Padahal pertanyaan yang diajukan membutuhkan pemikiran atas apa yang tersurat dalam catatan. Karena merasa bahwa semua jawaban ada pada buku, mahasiswa yang tidak mengerti arah pertanyaan biasanya akan “mencari selamat” dengan menulis jawaban sebanyak-banyaknya sebagaimana tertulis dalam buku. Yang terjadi kemudian adalah bahwa jawaban mahasiwa seringkali tidak nyambung dengan pertanyaan. Hal ini membuat sulit dalam penilaian dan tujuan evaluasi tidak tercapai. Oleh karenanya saya setakat ini belum pernah menggunakan model ini. Namun tak menutup kemungkinan jika suatu saat mungkin akan saya terapkan. 

Bagaimana kebijakan mengenai Ujian Susulan?
Ada setidaknya dua hal yang harus diperhatikan untuk ujian susulan.
Beritahu saya sesegera mungkin bahwa anda tidak mengikuti ujian. Hal ini akan mempermudah saya untuk mengatur waktu yang tepat untuk ujian susulan.
Penuhi prosedur dan syarat-syarat administratif yang sudah ditetapkan mengenai ujian susulan.
Jangan melampaui deadline ujian susulan. Kerapkali mahasiswa menghubungi saya jauh hari setelah batas waktu ujian susulan berakhir. Harap diketahui, saya selalu menolak permohonan yang melampaui batas waktu dengan alasan apapun. 

TENTANG TUGAS

Anda selalu memberi tugas?
Hal ini tergantung kesepakatan saya dengan teaching team saya (dosen yang menjadi partner dalam mengajar). Ada kalanya bisa saya yang memberikan atau sebaliknya, dosen partner saya. 

Bagaimana seharusnya mengerjakan tugas?
Gunakan referensi untuk menguatkan pendapat anda. Tuliskan nama dan NIM serta nama dosen pengampu. Semua nama dan NIM harus ditulis cetak, untuk menghindarkan kesan anda menumpang pada teman pada menit-menit terakhir. Yang terpenting adalah kerjakan oleh anda/kelompok anda sendiri, dan tidak terlambat dalam menyerahkan. Untuk diperhatikan, tugas dan responsi yang saya minta untuk kerjakan TIDAK PERLU disampul plastik. Anda cukup men-staple saja. Save the Environment, Save Your Money

Bagaimana dengan mahasiswa yang menjiplak?
Tugas akan benar-benar saya periksa& amati, dan jika memang terbukti saling copy paste, atau patut diduga diambil secara mentah dari situs internet, majalah, Koran atau buku, saya tidak akan memberikan nilai, alias kosong, dan hal ini bukan satu kali terjadi. Saya tidak akan menanyakan siapa mengcopy siapa. Jika cukup terbukti maka nilai akan kosong. Patut diingat, plagiarism adalah hal yang tercela dalam dunia akademik. 

Saya bekerja, atau tidak tahu adanya tugas, sehingga pada saat deadline saya tidak mengumpulkan tugas 

Tugas selalu diumumkan dengan terbuka melalui situs ini, melalui perkuliahan. Intinya, tugas selalu cukup disosialisasikan. Adalah kewajiban mahasiswa untuk memantau perkuliahan jika mahasiswa memang tidak bisa mengikuti perkuliahan. Dengan demikian, bekerja, tidak masuk kuliah karena sakit, dll bukanlah alasan untuk tidak mengetahui adanya tugas, sehingga menjadi pembenar untuk tidak mengerjakan tugas. Dispensasi tidak mengerjakan tugas karena sakit hanya diterima jika mahasiswa menghubungi pengajar SEBELUM deadline tugas, mengabarkan kondisi yang tak memungkinkan. Alasan sakit setelah deadline tidak akan diterima. 

TENTANG KOMUNIKASI 

Apakah anda bisa ditemui di rumah untuk urusan akademik?
Pada dasarnya  saya tidak membawa urusan akademik hingga ke rumah. Keduanya adalah domain yang berbeda. Mahasiswa melakukan appointment untuk bertemu dengan saya di kantor/kampus. 

Apakah anda menerima dan membalas SMS dari mahasiswa

Saya tidak menerima dan tidak membalas SMS dari mahasiswa dalam hal yang berkaitan dengan akademik. 

Apakah mahasiswa dapat berkomunikasi menganai hal akademik via akun pribadi Facebook? 

Tidak. Saya tidak menerima komunikasi via akun pribadi saya di Facebook untuk hal akademik entah itu tugas, tanya jawab kuliah, maupun konsultasi kuliah lainnya. Beberapa mahasiswa pernah mengirim tugas pada saya melalui message pribadi, dan harus saya katakan bahwa hal demikian sangat mengganggu privasi saya. Ada pula yang menanyakan soal nilai ujian via FB yang menurut saya tidaklah pada tempatnya. Namun demikian, mahasiswa masih dapat berkomunikasi dengan saya melalui Forum Perkuliahan Manunggal K. Wardaya yang telah saya buat di Facebook melalui Wall atau Forum yang ada,  yang memang saya buat khusus untuk menunjang perkuliahan dan publik sifatnya. Namun sekali lagi, komunikasi soal hal-hal yang bersangkut paut dengan akademik bukan melalui fasilitas pesan ke akun pribadi yang pribadi pula sifatnya. 

Apakah anda menerima email dari mahasiswa?
Saya menerima email dari mahasiswa. Silakan kirim ke manunggal.wardaya@gmail.com
Mahasiswa bisa berkomunikasi dan berkonsultasi mengenai hal-hal perkuliahan dengan saya melalui alamat email tersebut.