Oleh : Manunggal K. Wardaya[2]

 

  1. Pendahuluan

Publikasi hasil penelitian maupun gasan dalam jurnal ilmiah (academic journal) adalah sesuatu hal yang teramat penting bagi seorang dosen. Publikasi adalah cerminan/refleksi kapasitas ilmu seorang dosen dalam menjalankan kewajiban melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya Dharma penelitian. Publikasi pula merupakan hal yang strategis karena memungkinkan  hasil-hasil pemikiran maupun penelitian untuk dijangkau/diketahui oleh komunitas akademik dalam skupnya yang lebih luas. Publikasi memungkinkan suatu hasil penelitian/gagasan menjadi rujukan bagi penelitian lain yang tengah maupun akan dilakukan serta menjadi referensi  dalam proses belajar mengajar dalam perkuliahan.

Selain berbagai idealita di atas, publikasi ilmiah kini telah menjadi hal yang dirasakan sebagai kebutuhan bagi para dosen. Hal ini terkait persyaratan dimilikinya publikasi di jurnal ilmiah, terutama jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi yang secara administrative harus dipenuhi jika seorang dosen hendak mengurus kepangkatan/jabatan akademik. Persyaratan ini membuat kebutuhan akan publikasi di jurnal ilmiah tak sekedar berada di ranah ideal, namun suatu konsekwensi administrative yang wajib dipenuhi.

  1. Permasalahan

Dimuatnya artikel dalam sebuah jurnal seringkali menjadi momok bagi para dosen. Menembus jurnal ilmiah terakreditasi lebih-lebih jurnal internasional dirasakan sebagai hal yang sukar terkait tingkat persaingan yang tinggi. Bisa dimengerti karena demand untuk publikasi di jurnal-jurnal tersebut amat kompetitif yang membuat pengelola jurnal akan semakin selektif dalam meilih naskah.  Makalah singkat ini mengulas beberapa hal mendasar terkait penulisan artikel ilmiah di jurnal ilmiah, baik yang terakreditasi maupun internasional. Makalah ini pula memberi saran  maupun strategi pemecahan berbagai masalah tersebut.

  1. Berbagai Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Penulisan Artikel Ilmiah.
    • Aturan Penulisan

Penting diingat bahwa jurnal akademik pada intinya adalah suatu penerbitan. Sebagai suatu penerbitan, ia mempunyai rule of the game, aturan penulisan yang unik yang bisa jadi berbeda dengan aturan penerbitan jurnal lain. Hal inilah yang pertama kali mutlak dipenuhi oleh seorang penulis artikel. Ketentuan penulisan biasanya selalu dicantumkan dalam suatu jurnal. Walau kelihatannya remeh,  kerap kali persoalan sederhana ini diabaikan begitu saja oleh seorang penulis dengan menulis artikel semaunya sendiri. Pada gilirannya, ketidakpatuhan aturan penulisan ini berakibat ditolaknya suatu artikel oleh suatu penerbitan jurnal. Oleh karena itu, hal mendasar ini mutlak tak boleh diabaikan oleh pengirim naskah.

  • Persoalan Redaksional

Banyak artikel ilmiah terutama ilmu hukum berasal dari gagasan hukum maupun hasil dari penelitian hukum. Dalam hal suatu naskah berasal dari penelitian, kerapkali penulis tak tak dapat menghindari editing berupa pemangkasan artikel. Di sinilah biasanya persoalan terjadi. Artikel yang terbentuk dari proses seperti ini seringkali  menimbulkan cacat. Ada kejanggalan di sana sini yang jika terdeteksi oleh pengelola jurnal yang dituju dapat mengakibatkan suatu artikel tidak terpilih sebagai artikel yang dimuat. Penulis harus membaca ulang kembali naskah yang diolah dari hasil penelitian dan menilai apakah naskah yang berasal dari laporan penelitian tersebut telah benar-benar menjadi artikel jurnal yang baik.

  • Pentingnya Peer Review

Hal lain yang kerap kali menjadi kelemahan suatu penulisan adalah suatu artikel dikerjakan tanpa melibatkan editor. Penulis memeriksa sendiri tulisannya dan kemudian mengirimkan tulisan tersebut tanpa melibatkan pihak lain untuk memeriksa tulisannya. Akhirnya banyak dijumpai karya tulis maupun artikel mengandung kesalahan-kesalahan logika maupun kesalahan substansial lainnya, yang berujung pada penolakan artikel.  Keterlibatan mereka yang sebidang ilmu oleh karenanya amat penting untuk suatu artikel bisa terbebas dari kesalahan-kesalahan baik substansi. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan peer review oleh para kolega maupun mereka yang ada di bidang ilmu yang sama.

  • Persoalan Bahasa

Bahasa adalah persoalan besar yang mengganggu dan seringkali menciutkan keinginan dosen untuk berkompetisi di jurnal berbahasa Inggris. Bahasa Inggris memang tak selalu dikuasai dosen, namun bukan berarti seorang dosen tak bisa mengirimkan artikel dalam Bahasa Inggris. Alihbahasa dapat dilakukan dengan jasa translator. Hal ini pada dasarnya bukanlah sesuatu kesalahan apalagi pelanggaran etik. Jikapun kita bisa menulis dalam Bahasa Inggris, peran proof reader amat penting agar suatu tulisan memenuhi kaidah kebahasaan yang baik.

  • Persoalan reputasi Penulis

Kerapkali tulisan seorang dosen ditolak bukan karena persoalan konten, namun reputasi sang penulis. Bagi dosen yang telah dikenal barangkali tak menjadi persoalan. Namun bagi dosen yang karyanya belum banyak di-cite, maka bisa menjadi hambatan. Hal seperti ini bisa diatasi dengan cara melibatkan pakar maupun ilmuwan dalam bidang ilmu yang telah dikenal luas karyanya untuk ditempatkan sebagai penulis utama. Strategi seperti ini wajar dan sah saja dilakukan. Secara etis, penulis pertama sebaiknya mengetahui  naskah yang dikirimkan dan terlibat dalam revisi maupun pemberiaan masukan demi kesempurnaan naskah.

  1. Penutup

Jurnal akademik tidak seharusnya menjadi momok yang menakutkan bagi para dosen. Setiap dosen berpeluang untuk mendapati karyanya terpublikasikan dalam jurnal bahkan yang internasional dengan reputasi baik sekalipun. Untuk itu, berbagai persyaratan standar harus dipenuhi dan diperhatikan sungguh-sungguh. Kendala yang ada pada dosen seperti Bahasa dan editing pula bukan sesuatu yang menjadi persoalan. Digunakannya tenaga ahli lain yakni rekan/kolega maupun ahli Bahasa akan mengatasi kekurangan dan kelemahan itu. Tidak ada resep pasti dimuatnya naskah dalam jurnal akademik. Akan tetapi dengan meminimalisir hal-hal yang dapat menimbulkan kegagalan, dapatlah diasumsikan bahwa peluang suatu artikel untuk dimuat dalam jurnal akademik akan semakin besar.

[1] Makalah disampaikan dalam Workshop Penulisan Publikasi Internasional, diselenggarakan oleh Bagian Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Lampung, Bandar Lampung 15 November 2016.

[2] Dosen pada Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto. Pernah mengikuti Workship Pengelolaan Jurnal Ilmiah yang diselenggarakan Universitas Negeri Malang (2002). Selain itu pernah menjadi pengurus pada Jurnal Kosmik Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jurnal Dinamika Hukum Fakultas Hukum UNSOED Purwokerto, dan reviewer pada Jurnal Internasional Voice of Constitution and Human Rights, Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulis dapat dihubungi lewat email manunggal.wardaya@gmail.com