Category: Tak Dipublikasikan


Catatan: Tulisan ini dibuat untuk diikutsertakan pada lomba karya tulis dalam rangka Hari Bhayangkara yang diselenggarakan oleh Polres Banyumas pada tahun 2008. Tulisan ini mendapat Juara II.

Dimanakah Polisi ketika lampu lalu lintas mati di Purwokerto akhir-akhir ini? 085625786xx

SMS di atas adalah salah satu pesan pendek yang dimuat di kolom Suara Warga Harian Kompas Edisi Jawa Tengah, Sabtu 14 Juni 2008 halaman L. Isinya begitu menggelitik. Sang pengirim seolah gusar dan mempertanyakan polisi yang tak ada di saat ia seharusnya ada. Secara tersirat pengirim SMS menggugat polisi yang selalu ada manakala kehadirannya justeru tidak lebih dibutuhkan (dalam konteks SMS di atas adalah ketika lampu lalulintas berfungsi normal). SMS tersebut terbaca begitu singkat namun begitu kaya makna. Ia merefleksikan citra Polisi sebagaisosok yang kehadirannya begitu dinanti dan ditunggu, namun pada kesempatan yang lain acapkali menjadi sosok yang dibenci. Polisi yang dikenal dengan seragam cokelat dan sepatu hitamnya ternyata mempunyai citra yang beragam dalam benak masyarakat. Justeru karena itulah polisi selalu menarik untuk diperbincangkan. Saya hendak mendiskusikan citra polisi melalui sebuah kisah yang benar-benar pernahterjadi di bawah ini. Continue reading

Advertisements

Membubarkan KPK?

Tulisan ini pernah dikirimkan ke media massa, namun tidak dimuat

 

Menyikapi dugaan terjadinya pelanggaran kode etik komisioner  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie baru-baru ini melontarkan usulan yang membuat geger  banyak pihak: pembubaran KPK. Marzuki yang pula petinggi Partai Demokrat ini mempertanyakan perlunya lagi KPK jika para pimpinannya tak memiliki integritas dan bahkan menjadi bagian dari korupsi.  Lontaran Marzuki tersebut dipicu sinyalemen Nazaruddin bahwa Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah pernah menerima uang terkait tidak diadakannya pengusutan pengadaan seragam hansip. Buron kasus korupsi Wisma Atlit yang hingga tulisan ini dibuat tak diketahui keberadaannya itu juga melontarkan pernyataan yang mengindikasikan pernah terjadinya pertemuan komisioner KPK Ade Rahardja dengan pihak-pihak yang berperkara. Tulisan ini menunjukkan bahwa pembubaran KPK walaupun memperoleh pembenaran dalam sudut hukum ketatanegaraan, namun dalam konteks darurat korupsi sebagaimana dialami Indonesia patutlah dicurigai hanya akan menguntungkan para koruptor.

KPK adalah lembaga negara ad hoc, sesuatu yang dalam literatur hukum ketatanegaraan kerap dikenal sebagai auxiliary state agency. Dibandingkan dengan lembaga  negara lainnya yang diberikan kewenangannya oleh konstitusi,  kehadiran lembaga seperti KPK ini dalam keadaan normal sesunguhnya tidak harus dan bahkan tidak perlu ada. Hal ini karena fungsi KPK untuk melakukan penyelidikan, penyidikan, terhadap dugaan tindak pidana korupsi sebenarnyalah secara tradisional dimiliki oleh institusi kepolisian dan kejaksaan. Continue reading

Refleksi Tragedi Bandung

Artikel ini pernah dikirim ke media massa, tidak dimuat.

Manunggal K. Wardaya

Tewasnya 10 orang penonton dalam konser musik yang digelar dalam rangka peluncuran album group band Beside di Bandung pada 9 Februari lalu menambah panjang deretan peristiwa tragis yang menyertai pagelaran musik di tanah air. Jika sebelumnya insiden yang merenggut nyawa sejumlah penonton hanya terjadi pada pertunjukan group musik pop rock papan atas, peristiwa serupa dengan jumlah korban yang cukup banyak justeru terjadi dalam pagelaran musik band “tak terkenal”, suatu grup yang mengusung aliran musik keras, bertempo cepat, dan memilih jalur bawah tanah (underground). Continue reading

Download PDF

Manunggal K. Wardaya

Pemberitaan dalam media massa nasional pada penghujung 2006 diramaikan oleh liputan seputar beredarnya video asusila yang diduga dilakukan oleh anggota dewan berinisial YZ dan seorang perempuan berinisial ME. Kasus yang menjadi antiklimaks di tengah kegigihan DPR menggolkan RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi itu mendapat porsi besar tidak saja dalam liputan infotainment, namun juga dalam pemberitaan baik cetak maupun elektronik.

Tidak berhenti hanya pada dugaan telah terjadinya tindak asusila, semakin terkoreknya kasus tersebut mengarah pada dugaan telah terjadinya tindak pidana aborsi. Dalam ‘roadshow’ nya ke berbagai televisi swasta, ME menyatakan bahwa ia pernah hamil dan menggugurkan kandungannya, buah kasihnya dengan YZ. Continue reading