Unedited version dari artikel yang dimuat di TRIBUN JOGJA, Jum’at 17 Juni 2011, hal. 1 & 7

Perhatian  masyarakat  terutama pengguna teknologi informasi internet yang memiliki ikatan maupun kedekatan dengan budaya Banyumas belum lama ini tersita dengan kehadiran situs jejaring sosial KayaKiye.com. Betapa tidak, situs pertemanan ini hadir di tengah maraknya situs jejaring sosial lain yang telah memiliki jumlah pengguna nan gigantik seperti Facebook, Friendster, maupun Twitter. Menawarkan fasilitas untuk berkomunikasi dan berbagi dengan sesama user yang sebenarnyalah tak jauh berbeda dengan berbagai situs jejaring sosial yang telah ada, identitas Banyumasan membuat orang tak kuasa untuk tidak menyempatkan waktu menengok situs ini. Dari sudut pertumbuhan user,  situs ini pun terbilang fenomenal.  Konon, situs ini telah berhasil menjaring tak kurang dari 3600 anggota hanya dalam tempo satu minggu, dan hingga kini terus bertambah. Tulisan ini mengkaji kehadiran jejaring sosial Banyumasan terkait signifikansi serta prospek keberadaannya dalam konteks budaya dan demokratisasi Banyumas. Continue reading