Oleh:

Manunggal K. Wardaya, S.H., LL.M[2]

        I.            PENDAHULUAN

Bisa dikatakan, salah satu fitur utama Indonesia pasca reformasi adalah meruaknya berbagai aksi kekerasan di tengah masyarakat. Pemberitaan media mengenai kekerasan hampir mewarnai berbagai saluran komunikasi massa, menjadikannya seolah hal yang lumrah lagi tak mengherankan. Jika di masa Orde Baru kekerasan lebih bernuansa isu-isu nasional dalam kerangka besar mendobrak tirani dan penindasan hak sipil dan politik warga, kini lokus kekerasan lebih kepada arasnya yang lokal dengan isu yang sifatnya setempat pula. Tidak saja yang horizontal berupa kekerasan antar etnis, suku, maupun kelompok masyarakat lainnya seperti kelompok agama, kekerasan juga terjadi dalam coraknya yang vertikal dimana masyarakat terlibat bentrok dengan aparatur pemerintah lokal. Continue reading