Tag Archive: konstitusionalisme


Sampul Depan Buku KONSTITUSIONALISME DALAM DINAMIKA NEGARA HUKUM

Sampul Depan Buku KONSTITUSIONALISME DALAM DINAMIKA NEGARA HUKUM

Buku KONSTITUSIONALISME DALAM DINAMIKA NEGARA HUKUM

Cara pemesanan:

Transfer 120,000 ke rekening  BNI, Mandiri, atau BCA dengan nomor sbb:

BNI a.n Manunggal K Wardaya  0191161366
Mandiri a.n Dwiningsih 136 00 1142100 2
BCA a.n Dwiningsih  154 0416 474
[ bukti transfer kirim  ke manunggal.wardaya@gmail.com, dan sertakan alamat kirim. Jangan lupa cantumkan Kode Pos dan nomor HP]

Harga di atas SUDAH termasuk ongkos kirim ke seluruh P Jawa. Untuk Luar Jawa, tambahkan 10.000. Eropa 15 Euro, Incl. Shipping.

Harap bersabar untuk menunggu sekitar 1 minggu, pengiriman akan di pool-kan per minggu/akhir pekan agar efisien. Hotline pemesanan: 0857 28 456 999

 

Anda bisa pula kontak ke manunggal.wardaya@gmail.com untuk mendapatkan buku ini.

Salam

Advertisements

Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional Demokrasi dan Masyarakat Madani, diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Terbuka (UT), 7 Juli 2011, Universitas Terbuka Convention Centre, Tangerang Selatan, Jawa Barat. Download PDF

Oleh :

Manunggal K. Wardaya, S.H., LL.M.[2]

manunggal.wardaya@gmail.com

 

PENDAHULUAN

Konstitusionalisme, demikian Dictionary of American Politics, adalah “the doctrine that the power to govern should be limited by definite ad enforceable principles of political organization and procedural regularity embodied in the fundamental law, so that basic constitutional rights of individuals ad groups will not be infringed[3]. Sementara itu, Carl J. Friedrich sebagaimana dikutip oleh Jimly Asshiddiqie menyatakan bahwa “constitutionalism is an institutionalised system of effective, regularized restraints upon governmental action[4]. Adapun Ni’matul Huda menyatakan bahwa gagasan konstitusionalisme adalah terbatasinya kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga penyelenggaraan negara tidak bersifat sewenang-wenang[5].Dari ketiga definisi yang diberikan itu, kiranya dapat diterima bahwa konstitusionalisme adalah suatu isme, suatu paham pembatasan kekuasaan negara dan terlindunginya hak dan kebebasan warga negara.

Istilah “konstitusionalisme”, demikian Soetandyo Wignjosoebroto, sebenarnya tercipta akhir abad 18 yang menegaskan doktrin Amerika tentang Supremasi Undang-undang Dasar (konstitusi tertulis) di atas undang-undang yang diundangkan sebagai produk badan legislatif[6]. Mengutip Harold Berman, Soetandyo mengatakan bahwa sebenarnyalah paham mengenai kekuasan negara ini telah berawal dari masa yang sangat lebih dini, yang telah dijumpai semasa berkembangnya negara-negara teritorial di bawah kekuasaan raja-raja dan dalam kehidupan polis-polis di Eropa Barat pada abad XI dan XII.[7]Dalam konstitusi-konstitusi negara kota itu diakui kekuasaan pemerintah (misalnya untuk menarik pajak, membuat uang, membentuk balatentara, membuat perjanjian damai dengan atau menyatakan perang terhadap polis lain); namun juga di lain pihak kekuasaan dibatasi oleh hak konstitusional warga kota (misalnya untuk memilih pejabat kota, mempersenjatai diri, membuat kebebasan sipil, dan dilindungi oleh proses peradilan yang jujur dan adil).[8] Continue reading