Unedited version dari artikel yang dimuat pada Harian SUARA MERDEKA, 3 Maret 2011.

Download PDF

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) adalah institusi yang dipercaya oleh sistem pemidanaan modern sebagai wadah untuk memperbaiki manusia terpidana. Perampasan kemerdekaan selama  waktu tertentu (yang diasumsikan tidaklah enak itu)  diyakini akan membuat seorang terpidana menjadi jera. Diidealkan bahwa selama Lapas, terpidana akan menjalani serangkaian pembinaan secara sistematik sehingga perilaku jahat  dan tercela yang pernah dilakukannya akan ditinggalkan, dan ia akan dapat kembali diterima oleh masyarakat manakala masa pidana telah habis.  Namun, terungkapnya jaringan narkoba kelas kakap di lingkungan LP Nusakambangan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN)  sungguh menjungkirbalikkan bangunan ide Lapas sebagai institusi yang memulihkan harkat dan martabat mereka yang terbilang sebagai terpidana. Lapas yang diidealkan menjadi sarana purifikasi telah berubah menjadi tempat di mana kejahatan menemukan lahannya yang subur untuk tumbuh dan berbiak. Continue reading

Advertisements