Original version dari artikel dimuat pada Wacana Lokal Suara Merdeka, 1 Desember 2010. Download versi cetak (telah mengalami editing dari redaksi) dalam format PDF di sini

Pujianto Cahyo Widianto alias Syech Puji akhirnya divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Semarang (SM 25/11). Dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun dan denda 60 juta rupiah karena persetubuhan dengan anak di bawah umur sebagaimana termaktub dalam Pasal 81 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, putusan tersebut seolah angin sejuk bagi perlindungan anak di Indonesia. Setelah melalui proses pro justitia yang penuh lika liku yang diwarnai ulah kontroversial Pujianto yang membuat penjara nikah siri di kompleks tempat tinggalnya, putusan tersebut menegaskan bahwa apa yang dilakukan pengusaha asal Bedono, Semarang tersebut adalah perbuatan melawan hukum. Tulisan ini menelaah secara singkat penjatuhan pidana tersebut dari perspektif hukum hak asasi manusia. Continue reading

Advertisements